Rabu, 12 Juni 2024

JIWA YANG TERKUNCI

JIWA YANG TERKUNCI

 

rabu 12 juni 15.30

tadi malam aku tertidur cepat,, di kasur atas ada istri ku yang lagi berusaha menidurkan anak ku yang masih berusian 2 tahun 2 bulan,, aku sudah sering kali menasehati nya untuk memisahkan dia untuk tidak menyusu mengingat usianya sudah 2 tahun lebih, tapi percuma istriku punya pemikiran yang berbeda. dia sangat keras kepalah hanya tuhan dan ayahnya yang bisa menasehatinya

sebelum mata ini terlelap 

 

di sore hari nya kami sempatkan diri untuk makan malam di sebuah cafe sembari membawa anak kami untuk bermain,,

 

iya dia istriku tidak bisa masak, tidak bisa mencuci baju, hampir semua perkerjaan rumah dia tidak bisa,, untung saja dia terlahir dari keluarga yang berkecukupan,, malah bisa di bilang kaya,,, jadi dia tidak usah repot lagi mengurusi semua kegitan yang ada di rumah

 

belum jam 10 malam,,  mata ku sudah terlelap


minggu minggu ini aku memang sering tidur cepat,, karna aku selalu terbagun di pagi hari malah terkadang jam 6.30 aku sudah mandi dan siap siap untuk berangkat kerja di salah satu toko pemberian mertuaku untuk aku jalakna usahanya..


dan dalam minggu ini bahkan lebih jauh lagi dalam bulan ini bahkan dalam 6 bulan rekahir mimpi yang berulalng sering datang, orang yang dulu, orang yang hampir ku jadikan istriku muncul lagi dalam bentu mimpi dalam hidupku,, aku sering kali bertanya dalam hidupku bakan di setiap pulang kerja ku aku sering sekali bertanya tentang hidup yang aku jalani saat ini..

 

apakah sosok yang muncul dalam mimpiku adalah rasa penyesalanku,, ataukah rasa rindu,, ataukah  rasa cinta itu sebenarnya tidak hilang hanya saja aku menyimpan nya seperti buku dalam kotak meja,, buku itu akan selalu di meja itu walau dia tidak tampak di atas meja..

 

 jauh sebelum mimpi itu ada,, 


5 tahun yang lalu aku sempat hampir menikah dengan seorang wanita,, kami sudah berpacaran hampir 8 tahun,, hampir 1 kota sudah kami putari dari ujung ke ujung seluk beluk jalan utama dan jalan tikus semuanya punya kenangan bah kan saat melewati flyover masih terasa gengaman tanggan itu dan bunyi suaranya.

 

NEXT PERTEMUAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar